Sabtu, 27 Oktober 2012

belajar dan pembelajaran


Nama: Wina Adriyanti
Nim: 1110015000059
P.IPS 5C Geografi
Resume Teori Belajar dan Pembelajaran
1.     Teori deskriptif dan teori preskiptif
Ø  Bruner (dalam degeng, 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskiptif dan teori belajar adalah deskriptif. Preskiptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar.
2.     Teori Belajar Behavioristik
Ø  Belajar : Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari interaksi stimulus dan respon.
Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran aatau output yang berupa respons.
Proses memberikan respon tertentu terhadap stimulasi/rangsangan yang datang dari luar
Unsur-unsur S-R
1.     Dorongan/Drive
2.     Rangsangan/Stimulus
3.     Reaksi / Respons
4.     Penguatan/ Reinforcement
3.     Teori Belajar menurut Edward l. Thorndike
Ø  Belajar merupakan proses interaksi antara stimulus (bisa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respon (bisa pikiran, perasaan, atau gerakan).
Ø  Perubahan menurut teori ini baik yang sifatnya konkrit (dapat diamati) maupun abstrak (tidak dapat diamati).
Ø  Hubungan S-R dipengaruhi oleh Reward (Hadiah, Penguatan yang merupakan faktor terpenting)
3       Hukum Belajar dalam teori Edward Torndike:
1.     Hukum kesiapan (Law of readiness)
2.     Hukum Latihan (Law of exercise): law of use (kuat), law of disuse (lemah)
3.     Hukum Akibat (Law of effect)
4.     Teori Belajar Menurut Watson
·       Menurut Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat damati (observable) dan dapat diukur.
·       Belajar : proses menghasilkan relfeks atau respons yang bersyarat dengan cara mengubah-ubah stimulusnya.
·       Manusia lahir dengan beberpa refleks dan rekasi emosi (ketakutan, cinta dan marah).
·       Semua tingkah laku dikembangkan oleh pembentukan hubungan S-R baru melalui Conditioning (reflex).
5.     Teori Belajar Menurut Pavlov
·       Belajar adalah suatu proses yang terjadi karena adanya refleks-refleks bersyarat.
·       Tingkah laku dibentuk melalui pengaturan dan manipulasi lingkungan.
·       Perangsang tak bersyarat yang diserta dengan perangsang bersyarat, memberikan respon bersyarat.
6.     Teori belajar menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variable hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. Teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hamper selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.
7.     Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie
·       Hubungan S-R bersifat sementara dan dibutuhkan stimulus yang sering agar hubungan bisa terus terjadi/ langgeng.
·       Respon akan lebih kuat dan bahkan menjadi kebiasaan bila hubungan dilakukan dengan berbagai macam stimulus seperti kegiatan merokok yang sulit berhenti : kenikmatan, minum kopi, bergaul, ingin nampak gagah.
·       Hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar.
·       Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu merubah kbiasaan seseorang.
·       Tingkah lalu manusia akan dapat berubah dengan mengganti stimulus yang sesuai.
8.     Teori Belajar Menurut Skinner
Menurut Skinner, hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkunganya, yang kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sederhana yang digambarkan oleh para tokoh sebelumnya.
9.     Teori Kognitif
·       Teori ini lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar itu sendiri.
·       Belajar bukan hanya melibatkan hubungan stimulus respon tetapi melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
·       Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan.
10.  Teori Perkembangan Piaget
Menurut piaget, perkembangan kognitif merupakan suatu genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang, maka makin komplekslah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya.
Tiga tahapan proses belajar menurut Peaget:
1.     Asimilasi (Proses penyatuan, pengintegrasian)
2.     Akomodasi (Penyesuaian struktur kognitif)
3.     Equilibrasi (Penyeimbangan yaitu penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi
Empat tahapan perkembangan Kognitif
1.     Sensomotorik (0-2 tahun)
2.     Pra-operasional Konkrit (2-7 tahun)
3.     Opresional Konkrit ( 7-12 tahun)
4.     Operasional Formal ( 12 tahun sampai dewasa)
11.  Teori Ausubel
·       Murid akan belajar dengan baik apabila ada yang disebut “ advance organizers”: pengatur kemajuan belajar. Dapat didevinisikan dan disajikan dengan baik dan tepat oleh guru kepada siswanya .
·       Advance organizers adalah konsep atau informasi umum yang mencakup semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa.
Manfaat Advance organizer:
*     Menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa.
*     Berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara apa yang sedang dipelajari dengan apa yang akan dipelajari sehingga membantu murid untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah( appersepsi).
12.  Teori Belajar Menurut Bruner
Dalam memandang proses belajar, bruner menekankan adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku seseorang. Dengan teorinya yang disebut free discovery learning, ia mengatakan bahwa belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru member kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dikehidupannya.
Menurut bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu enactive, iconic, dan symbolic.
§  Tahap enaktif: seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan psikomotorik. Misalnya melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya.
§  Tahap ikonik: seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal.
§  Tahap simboli: seseorang telah mampu memiliki idea tau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi kemampuannya berbahasa dan logika.
13.  Teori Belajar Sibernetik
v Belajar adalah pengolahan informasi yang merupakan proses
v Yang lebih penting dalam teori ini adalah adanya Sistem Informasi
v Landa: Algoritmik yaitu: Proses berpikir lineer, konvergen, lurus menuju ketarget tertentu. Heuristik: Divergen: menuju kebeberapa target sekaligus
v  Pask dan Scott: pembagian siswa tipe menyeluruh atau wholist dan tipe serial atau serialist
14.  Teori Belajar Humanistik
*     Proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri.
*     Teori ini bersifat Eklektif artinya seluruh tujuan proses belajar adalah memanusiakan manusia.
*     Semua anak harus dihargai…(…) sebagai seorang individu dengan berbagai karakteristik yang berbeda.
*     Apapun yang dilakukan oleh anak semua harus dihargai.
*     Pembelajaran harus sesuai dengan bakat dan minat anak.
15.  Teori Maslow (Teori Hierarki Kebutuhan Manusia)
1.     Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2.     Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3.     Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4.     Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5.     Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
6.     Kebutuhan Transidental : kebutuhan keagamaan.(kepercayaan): kebutuhan yang lebih tinggi
16.  Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
*     Internal
1.     Jasmani (Kesehatan, cacat tubuh)
2.     Kelelahan Jasmani (lemah, lesu)
Rohani (Bosan, sulit konsentrasi, frustasi)
3.     Psikologis
4.      Intelengensi, Perhatian, minat, Bakat, Motivasi, Kematangan, Kesiapan
*     Eksternal
1.     Keluarga
      Cara mendidik (otoriter, permisif, demokratis)
      Interaksi antar anggota keluarga
      Suasana rumah
      Latar Belakang sosial, ekonomi, budaya, agama dll)
2.     Sekolah
      Kurikulum
      Relasi guru-siswa
      Sarana dan prasarana dll.
17.  Kondisi Belajar
Kondisi belajar merupakan suatu kedaan yang harus dialami siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Kondisi itu tergantung kepada situasi yang sedang dialami siswa, baik interen maupun eksteren.
Ada tiga jenis kondisi belajar:
            Lingkungan fisik, Suasana emosi, Lingkungan social.
18.  Kondisi Belajar Robert Gagne
*     Belajar Signal/Isyarat (ala Pavlov)
*     Belajar S-R dengan Penguatan (ala Skinner)
*     Belajar Membentuk Rangkaian Gerak-gerik (Chainning Motorik)
*     Belajar Asosiasi Verbal (Chainning Verbal)
*     Belajar Diskriminasi Jamak (Multiple Discrimination)
*     Belajar Konsep (Concept Learning)
*     Belajar Kaidah /Aturan(Rule Learning)
*     Belajar Memecahkan masalah( Problem Solving)
19.  Prinsip-Prinsip Belajar
*     Perhatian
*     Motivasi
*     Keaktifan
*     Keterlibatan Langsung
*     Pengulangan
*     Tantangan
*     Balikan dan Pengayaan
*     Perbedaan Individual
*     Keterpaduan
20.  Perhatian
Pemusatan Tenaga Psikis tertuju kepada suatu obyek (Stern, 1950)
Banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan (Sumadi S. 1984)
Perhatian pada pelajaran akan timbul apabila:
1.     Sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari
2.     Sesuai dengan kegemaran, minat dan bakat
3.     Diperlukan untuk belajar lebih lanjut
21.  Motivasi
Motivasi merupakan tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan seseorang untuk melakukan aktivitas.
Gage dan Berliner (1984)
            Motivasi dapat diibaratkan sebagai mesin dan kemudi pada mobil
22.  Keaktifan
Ø  John Dewey (1916 dalam Davis 1937): Belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang dari dalam dirinya sendiri. Guru sekedar pembimbing dan pengarah.
Ø  E.L Thorndike : Keaktifan siswa dalam belajar memerlukan latihan-latihan : Law of exercise
Ø  Mckeache(1976): individu merupkan manusia belajarbelajar yang aktif dan selalu ingin tahu
23.  Keterlibatan Langsung/Berpengalaman
Ø  Edgar Dale(Kerucut Pengalaman Belajar): Belajar yang baik adalah belaar melalui pengalaman langsung
Ø  John Dewey: Learning by doing
Ø  Bentuk kegiatan: fisik, mental emosional (keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan dalam penghayatan dan internalisasi nilai-nilai
24.  Pengulangan
Ø  Hasil belajar menjadi lebih baik, lebih dikuasai dan semakin mendalam apabila diulang-ulang/dilatih (Law of exercise)
Ø  Proses belajar yang tidak diulang biasanya akan hilang
Ø  Psikologi Daya: Belajar adalah melatih daya-daya itu akan berkembang
Ø  Psikologi  Asosiasi/Koneksionisme: Belajar: pembentkan hubungan S-R
25.  Tantangan
Ø  Teori Medan/Field Theory (Kurt Lewin)Siswa yang belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis
Ø  Siswa dalam situasi belajar memiliki tujuan, hambatan dan tantangan
Ø  Tantangan: menyebabkan munculnya adanya gairah dalam belajar
Ø  Tantangan bisa berupa: bahan ataupun kegiatan yang baru dan mengandung masalah, metode eksperimen, discovry dan incuiry
26.  Balikan dan Penguatan
Ø  Balikan segera : siswa giat belajar
Ø  Penguatan : Postif & Negatif
Ø  Pengutan Positif: mendapat nilai baik
Ø  Pengutan Negatif : mendapat nilai jelek
27.  Perbedaan Individu
Ø  Siswa: Individu yang unik
Ø  Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri seperti kecerdasan, kegemaran, minat, bakat, latar belakang keluarga, sifat, motivasi dll
Ø  Dalam kegiatan pembelajaran perlu bervariasi , berbeda-beda.
28.  Keterpaduan
Ø  Semua materi dan semua kegiatan diolah dan diorganisasikan agar bermakna dalam kehidupan anak(meaning full)
Ø  Guru mengkaitkan antara materi yang satu dengan materi yang lain, konsep yang satu dengan konsep yang lain, dalil yang satu dengan dalil yang lain, mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar